Ber-Khuldi

Mungkin banyak atau bahkan hampir semua dari kita diajarkan bahwa Khuldi itu sebuah pohon yang berada di Surga yang tidak boleh didekati dan buahnya tidak boleh dimakan.
Namun Nabi Adam dan Siti Hawa tetap mendekatinya dan memakan buahnya yang menyebabkan mereka menjadi orang-orang yang dzalim dan dikeluarkan dari Surga

Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.” (Al-Baqarah [2] : 35)

Pohon yang dimaksud adalah pohon Khuldi

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon Khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”  (Thaahaa [20] : 120)

—– Padahal —– Padahal —– Padahal —–
Kalo kita pikirkan lagi. Memang pohon apa yang menyebabkan seseorang menjadi dzalim ?
———————————————————————

Dan inilah beberapa keterangan tentang Pohon Khuldi berdasarkan Al-Qur’an

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga).” (Al-A’raaf [7] : 20)

Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. (Thaahaa [20] : 121)

Sekarang, Mari kita pikirkan. Pohon Apa yang untuk mendekatinya saja harus menampakkan Aurat ?
” …untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya… “

Saya tanya sekali lagi. Pohon Apa yang untuk mendekatinya saja harus menampakkan Aurat ?
Mungkin laki-laki sudah lebih bisa menjawabnya.

DAN, Buah Apa yang setelah dimakan itu terbuka lah Aurat yang memakannya ?
” …memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya… “

———————————————————————————————————————————————————————–

Yah, inilah Al-Qur’an. Penuh dengan permupamaan dimana kita harus mencari tahu maksud dari perumpamaan tersebut agar mampu memahami Al-Qur’an.
” …Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (Al-Hasyr [59] : 21)

Jadi, Ber-Khuldi itu bisa kita sebut dengan Berhubungan Suami-Istri (bersenggama). Allah membuat perumpamaan ‘Pohon dan Buah’, ‘Mendekati dan Memakannya’, yang dari ayat-ayat diatas bisa kita simpulkan apa maknanya.

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-A’raaf [7] : 27)

Sekian dan Terimakasih (^^)

Advertisements

Taktik Dagang Muhammad bin Abdullah (Nabi Muhammad)

Jelas kita pernah mendengar kisah Muhammad bin Abdullah (Nabi Muhammad)  yang ikut berdagang dengan Pamannya Abu Thalib bin Abdul Muthalib saat masih berusia 8 tahun.
Dikabarkan bahwa barang dagangan Muhammad selalu habis terjual, bahkan  dikatakan juga Muhammad itu sering berangkat paling akhir dan pulang paling awal diantara rombongan dagangnya. Majikannya pun Khadijah selalu mendapat untung yang besar dari Muhammad.

Selintas kita berfikir betapa hebatnya ia yang mampu menyaingi pedagang-pedagang lain yang notabene sudah berpengalaman lebih. Tapi pernahkah terfikir oleh kita seperti apa Taktik Dagang seorang Muhammad bin Abdullah???
Meskipun usianya masih kanak-kanak, tapi ia mampu untuk mengenali karakteristik para pembeli dengan baik. Setiap pembeli yang datang jelas memiliki karakteristik yang berbeda-beda, disinilah kunci Taktik Dagang Muhammad bin Abdullah.

Muhammad menggunakan jenis transaksi yang berbeda-beda bergantung pada pembeli seperti apa yang ia hadapi. Saat menghadapi pembeli yang senang menawar, maka ia jarang mematok harga, harga ditentukan sesuai dengan kesepakatan yang didapat. Saat menghadapi pembeli yang memang tidak senang menawar maka ia mematok harga yang sesuai dan cenderung terjangkau oleh pembeli.
Bahkan saat menemui banyak pelanggan yang menginginkan satu barang yang sama (dalam waktu bersamaan), Muhammad cenderung melelang barang tersebut. Dan Muhammad tidak mencari untung yang berlebihan tapi cukup.

Kemampuan Muhammad untuk mengenali karakteristik pembelinya memang tidak aneh sebetulnya, semua manusia memiliki potensi tersebut yang dikenal dengan tekhnik profiling.

Selain ini, Muhammad pun selalu berlaku jujur dalam berdagang. Dia tidak pernah menyembunyikan kekurangan/kebaikan barang yang dijualnya, semua sifat dagangannya dibeberkan pada para pembelinya. Dengan itulah Muhammad mendapat kepercayaan dari para pembeli.

You Might Also Like To Read :
Belajar Berbisnis itu Belajar Ber-Ibadah