Belajar Berbisnis itu Belajar Ber-Ibadah

“Membuka usaha (bisnis) bukanlah tentang mendapatkan laba (uang) yang banyak. Tapi bagaimana membuka jalan untuk Ibadah dengan usaha yang kita buka tersebut.”
– My Master

 

Seperti saat kita berjualan makanan, kemudian ada yang benar-benar membutuhkan dan ingin membeli  makanan kita tapi dia tidak punya uang. Nah, ikhlas kah kita untuk memberikan orang itu sebagian dari apa yang kita jual? Tanpa berpikir untung rugi dan tanpa mengharapkan balasan apapun.

Atau saat kita membeli barang/jasa ke orang lain. Mau ga kita ngasihin kembaliannya ke orang itu? Karena nampaknya dia lebih membutuhkan uang tersebut daripada kita.

Dan kita Belajar Menegakkan Rukun Islam yang Ke-3, yaitu ZAKAT (sesuai tata caranya) dari hasil usaha kita.
Atau (juga) kita belajar membiasakan ber-Sedekah bila hasil usaha kita belum mencapai batas wajib Zakat. (Lihat Perbedaan Infaq, Zakat, dan Sedekah)
Harmonis yaa hidup kalo kita saling berbagi kebaikan  (^_^)

Dan bagaimana kita mensejahterakan kehidupan orang lain dengan apa yang kita jual, bukan merusak hidup orang lain (seperti menjual Rokok, Narkoba dll.).
Jadi kita juga belajar untuk menjual barang/jasa yang dapat memenuhi kebutuhan pokok orang lain. (Bayangkan kalo di sekitar kita ga ada yang jualan beras, buah, atau sayuran. Mau makan apa kita? ^^)

Jadi dengan membuka sebuah usaha, kita bisa belajar banyak tentang Ibadah, kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dan uang bukanlah Tuhan kita, bukanlah sesuatu yang harus diprioritaskan, uang hanya kita gunakan secukupnya saja untuk  memenuhi kebutuhan kita.

One thought on “Belajar Berbisnis itu Belajar Ber-Ibadah

Comments are closed.